Lihat video postingan ini di sini.
Postingan minggu ini disponsori oleh Grafik Yplatform penelitian investasi canggih yang membantu penasihat menganalisis pasar, membandingkan sekuritas, dan membuat visual klien yang menarik.
Pelajari lebih lanjut dan dapatkan diskon 20% pada langganan awal YCharts Professional Anda (khusus pelanggan baru).
Keadaan Pasar dalam 10 Grafik…
1) Diversifikasi Penting Lagi
Prinsip utama dalam berinvestasi adalah tidak ada yang mengarah selamanya. Kami melihat konsep tersebut diterapkan secara luas pada paruh pertama tahun 2026:
-Emerging Markets dan saham Internasional mengungguli ekuitas AS.
-Saham-saham berkapitalisasi kecil dan menengah mengungguli saham-saham berkapitalisasi besar.
-Nilai saham mengungguli nama-nama Pertumbuhan.
-Dan grup Magnificent Seven sebenarnya sedang down.
Singkatnya, diversifikasi kembali penting.

2) Kembalinya Topi Kecil
Memasuki tahun 2026, US Small Caps (Russell 2000) telah membuntuti US Large Caps (S&P 500) selama lima tahun berturut-turut, menyamai rekor kinerja buruk berturut-turut pada tahun 1994-1998.
Namun dalam 6 bulan pertama tahun ini, kami melihat pembalikan dramatis, dengan Small Caps naik lebih dari 22%. Itu adalah penampilan terbaik mereka di babak pertama sejak 1991.
Bagaimana dengan spread 12% pada Kapitalisasi Besar? Itu adalah kinerja terbaik Small Cap terbesar untuk paruh pertama sejak tahun 2001.

3) Nilai Tertinggi Sepanjang Masa Didukung oleh Booming Ekspektasi Pendapatan
S&P 500 ditutup pada 24 level tertinggi sepanjang masa pada paruh pertama tahun ini.

Apa narasi utama yang mendorong kemajuan ini?
Pendapatan S&P 500, yang kini diperkirakan meningkat sebesar 24% tahun ini.
Kami belum pernah melihat pertumbuhan pendapatan setinggi ini di luar pemulihan pasca resesi. Ini adalah ledakan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang didorong oleh peningkatan EPS besar-besaran di sektor teknologi besar.

4) Kabar Buruk/Kabar Baik Bagi Investor Obligasi
Kabar buruknya: Pasar Obligasi AS kini telah mengalami penurunan selama 71 bulan, yang terpanjang dalam sejarah.

Kabar baiknya: imbal hasil yang lebih tinggi saat ini (yield 10 tahun sebesar 4,55% vs. 0,52% pada tahun 2020) berarti imbal hasil di masa depan yang jauh lebih tinggi.


5) Inflasi Tinggi yang Terus Menerus
Ukuran inflasi pilihan The Fed (PCE Inti) telah naik menjadi 3,4%, level tertinggi sejak Oktober 2023. Angka ini merupakan pembacaan ke-63 berturut-turut di atas level target The Fed sebesar 2%.

6) Dari PEMOTONGAN Tarif ke Kenaikan Tarif
Pada awal tahun, pasar obligasi memperkirakan 2 kali POTONGAN suku bunga Fed.
Saat ini, mereka menetapkan harga dalam 1 hingga 2 kenaikan suku bunga Fed.
Itu berarti perubahan ekspektasi sebesar hampir 1%.

7) Dari Pemimpin hingga Lambat: Emas Digital dan Fisik
Bitcoin adalah aset utama dengan kinerja terbaik pada tahun 2024 (+121%).
Emas adalah aset utama dengan kinerja terbaik pada tahun 2025 (+64%).
Pada tahun 2026, Bitcoin (-31%) dan Emas (-7%) adalah dua aset utama dengan kinerja terburuk. Ini adalah sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya dalam tahun kalender mana pun.

8) Yen Jatuh Bebas
Yen Jepang berada pada level terendah sejak tahun 1986 terhadap Dolar AS, kehilangan 54% nilainya dari puncaknya pada tahun 2011.

9) Saat Tingkat Pengangguran Turun Belum Tentu Kabar Baik
Tingkat pengangguran turun di bulan Juni, turun menjadi 4,2%.

Biasanya, hal ini merupakan kabar baik, pertanda kekuatan ekonomi.
Namun angka tersebut tidak turun karena masyarakat yang menganggur mendapatkan pekerjaan. Sebaliknya, 720.000 orang meninggalkan angkatan kerja sehingga menurunkan tingkat partisipasi menjadi 61,5%. Itu merupakan level terendah dalam lebih dari lima tahun.

10) Hilangnya Daya Beli
Apa yang bisa menggagalkan perekonomian AS yang didorong oleh konsumen?
Hilangnya daya beli karena inflasi melebihi upah.
Setelah pertumbuhan upah riil positif YoY selama 35 bulan berturut-turut, indikator penting ini berubah menjadi negatif untuk pertama kalinya sejak April 2023.

Dan itu saja untuk minggu ini. Terima kasih telah membaca!
Setiap minggu saya membuat video yang merinci grafik dan tema paling penting di pasar dan investasi. Berlangganan saluran YouTube kami DI SINI untuk konten terbaru.

Penafian: Semua informasi yang diberikan hanya untuk tujuan pendidikan dan bukan merupakan nasihat investasi, hukum atau pajak, atau tawaran untuk membeli atau menjual sekuritas apa pun. Baca pengungkapan lengkap kami di sini.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
